Jaga Hati Tetap Sehat
وَقَالَ بَعْضُ الْحُكَمَاءِ الْقَلْبُ مِثْلُ بَيْتٍ لَهُ سِتَّةُ أَبْوَابٍ ثُمَّ قِيْلَ لَكَ اِحْذَرْ أَلاَّ يَدْخْلَ عَلَيْكَ مِنْ أَحَدِ الْأَبْوَاب شَيْءٌ فَيُفْسِد عَلَيْكَ الْبَيْتَ فَالْقَلْبُ هُوَ الْبَيْتُ وَالأبْوَابُ العَيْنَانِ وَاللِّسَانُ وَالسَّمْعُ وَالْبَصَرُ وَالْيَدَانِ وَالرجلَانِ فَمَتَى انْفَتَحَ بَابٌ مِنْ هَذِه الْأَبْوَابِ بِغَيْرِ عِلْمٍ ضَاعَ الْبَيْتُ
[الحارث المحاسبي، رسالة المسترشدين، صفحة ١١٦]
Sebagian ahli hikmah berkata: Hati itu seperti rumah. Memiliki 6 pintu untuk masuk. Kemudian kamu diperintah untuk memperhatikan siapa saja yang boleh masuk ke dalam rumah tersebut hingga bisa merusak rumah tersebut.
Pintu-pintu hati itu adalah
1. Mata,
2. Mulut,
3. Pendengaran,
4. Pengelihatan,
5. Kedua tangan,
6. Kedua kaki.
Setiap kali pintu dibuka tanpa ilmu, maka rumah akan rusak.
Kita telah memperhatikan makanan dan minuman yang masuk ke mulut kita, tentu kita juga harus memperhatikan hal-hal yang masuk ke hati kita.


